Home / Artikel / Kenapa Sila Pertama Dalam Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa? Ini Penjelasannya

Kenapa Sila Pertama Dalam Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa? Ini Penjelasannya

Lonceng tanda masuk sekolah berbunyi. Murid-murid di kelas VIII SMP Swasta Cahaya berebut masuk. Jam pertama terjadwal materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Tak berapa lama, guru masuk ke kelas.

“Anak-anak, buka halaman 97. Minggu kemarin kalian sudah bapak tugaskan membaca Standar Kompetensi (SK) 1 dan Kompetensi dasar (KD) 1.1, itulah yang akan kita bahas pada hari ini, serta membuat daftar pertanyaan untuk kita diskusikan bersama. Apa tugasnya membuat pertanyaannya sudah siap?”

“Sudaaaahhh, Pak!”

“Ratna, sebelum kita mulai diskusinya, coba bacakan dulu Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan kita diskusikan.”

“Standar Kompetensi (SK) 1. Menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kompetensi Dasar (KD) 1.1. Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara,” Ratna mengikuti perintah sang guru.

“Baik, anak-anak. Jadi pada hari ini, kita akan membahas mengenai bagaimana seharusnya berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Kemudian, dilanjutkan dengan diskusi terkait Pancasila sebagai dasar negara. Sebelumnya, bapak akan menjelaskan sedikit mengenai materi kita.”

Seluruh siswa, memperhatikan guru dengan saksama.

“Di negara kita, Pancasila sebagai dasar negara, berarti bahwa Pancasila digunakan sebagai dasar dalam mengatur pemerintahan negara dan penyelenggaraan negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan sumber tertib hukum tertinggi yang mengatur kehidupan negara dan masyarakat. Oleh sebab itu, kita mesti mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kita mesti beribadah dengan taat. Untuk nilai yang pertama ini, ada pertanyaan?”

Semua siswa terdiam, karena tidak ada yang bertanya sang guru malah melontarkan pertanyaan untuk siswa.

“Lintang, coba kamu jelaskan apa yang dirimu pahami dari Sila Ketuhanan Yang Maha Esa?”

“Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti Tuhan itu bersifat Maha Tunggal. Esa itu artinya satu. Artinya di negara ini, mengakui adanya satu Tuhan.”

Tiba-tiba, salah seorang murid lainnya, Alief mengacungkan jari.

“Maaf, Pak guru. Kalau dalam agama Islam, jelas Tuhan itu hanya satu yaitu Allah Subahanahu Wa Ta’ala. Tetapi kemarin saat diskusi dengan Gabriel, dalam agama Kristiani ada Tuhan Yesus, Roh Kudus dan Bapa (Allah). Dalam ajaran Budha ada istilah Tathagatagarbha, Dharmakaya dan Abadi buddha. Sedangkan dalam agama Hindu, ada Dewa Brahma, Dewa Whisnu dan Dewa Siwa. Jadi, kalau negara kita mengatakan Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti secara tidak langsung hanya mengakui agama Islam sebab hanya Islam yang jelas-jelas mengakui adanya satu Tuhan.”

Keadaan kelas tiba-tiba menjadi gaduh.

“Apa benar demikian, Pak guru? Sejujurnya dalam agama Kristiani ada “Trinitas” yaitu istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik,” ujar Gabriel.

“Berbeda tetapi sama, itu maksudnya? Jujur saja, kalau pun identik tentu ke tiganya memiliki fungsi yang berlainan apabila ditinjau dari segi bahasa. Bapa erat kaitannya dengan ayah, anak berarti posisinya sebagai keturunan Bapa, sedangkan roh kudus berarti roh yang suci. Jadi bagaimana yang sebenarnya, ini Pak guru?” sahut Alief kemudian.

Pak guru semakin bingung. Dalam hatinya timbul banyak pertanyaan, sudah tepatkah apabila sila pertama Pancasila itu Ketuhanan Yang Maha Esa?

Jika memang benar, bagaimana menjelaskan apa yang ditanyakan anak didiknya? Semua berkecamuk dan pada akhirnya keadaan semakin ribut namun jawaban tetap tak ditemukan.

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Ini Makam Gantung Eyang Djojodigdo di Blitar, Pemilik Ajian Pancasona

Blitar ternyata tidak melulu terkenal akan tujuan wisata ziarah makam Bung Karno saja, tapi pun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *