Home / Artikel / Kewalian Mbah Ali Mas’ud, 8 Tahun Bisa Baca Kitab Gundul Hingga Mematikan Mesin Pesawat

Kewalian Mbah Ali Mas’ud, 8 Tahun Bisa Baca Kitab Gundul Hingga Mematikan Mesin Pesawat

Mbah Ali Ali Mas’ud wali majdub sejak kecil.  Alkisah suatu hari Jend. A.H Nasution diantar KH. Mahrus Ali Lirboyo sowan ke mbah Mas’ud. Sesampai disana diberi segelas air suwuk (air yang sudah didoakan oleh mbah Ud) sambil berucap:

“Ombehen lee, kowe ben selamet” (minumlah nak, kamu biar selamat).  Dan terbukti ketika meletus insiden G-30S PKI, Jend. A.H Nasution adalah satu-satunya target yang selamat.

Siapakah Sosok Waliyullah Mbah KH Ali Mas’ud? Beliau adalah seorang Waliyullah yang luar biasa,  hingga tak ada satupun ulama atau para wali di tanah jawa ini yang tak mengenal sosok beliau. Beliau dimakamkan di desa Pagerwojo Sidoarjo. Makamnya banyak yang menziarahinya dan ketika wafat belum dikaruniai keturunan.

Menurut kisahnya yang lain, Mbah Ud mendapat derajat kewalian itu sejak masih kecil. Mbah Ud sangat nakal dan banyak tingkah hingga membuat ayahnya sering marah kepadanya. Sang ayah konon orang yang ‘alim dan mengajar ngaji di rumahnya. Setiap ayahnya mengajar sering terganggu oleh suara-suara teriakan Gus Ud kecil itu, hingga sang ayah memarahinya bahkan memukulnya dengan kayu kecil.

Dari situlah sang ayah melihat keanehan pada diri sang putra tersebut. Suatu saat ayanhnya menegur beliau sambil membentah: “Kamu ini banyak tingkahnya, makanya gak bisa ngaji” Sosok kecil Gus Ud menimpali teguran ayahnya;”Ngajar ngajinya saya ganti ya?”

Ayahnya heran dengan ucapan anaknya yang baru berusia 8 tahunan itu. Gus Ud langsung mengambil kitab kuning ayahnya tersebut dan langsung membacanya, meskipun kitab itu gundul ( tidak ada harokatnya ) Gus Ud kecil itu lancar membacanya berikut menjelaskan semua keterangan kitab itu. Ayahnya terheran-heran. Sejak itulah sang ayah membiarkan saja apa yang dilakukan putranya itu.

Dalam kisah yang lain saat itu musim haji. Gus Ud berangkat haji sama-sama dengan KH Mas Zubeir bin Harits. Ketika para jama’ah haji mau diberangkatkan di dalam pesawat itu Gus Ud membaca marhabanan dengan suara keras dan tidak teratur sambil memukulkan sesuatu yang dipakai untuk musiknya.

Semua yang melihat tidak berani melarang, karena seluruh penumpang paham siapa itu Gus Ud. Hanya salah satu awak pesawat lelaki menegur Gus Ud dengan halus: “Maaf pak, pesawat mau berangkat ..tolong berhenti dulu,” katanya.

Lalu Gus Ud berhenti mambaca marhabanan itu dengan hati yang dongkol. Lalu apa yang terjadi ? Sampai beberapa jam mesin pesawat itu tidak mau hidup.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan ternyata tidak ada masalah, tetapi tetep saja tidak bisa hidup mesinnya. Akhirnya salah satu jama’ah haji ada yang menegur salah satu awak pesawat tadi agar minta maaf pada gus ‘Ud karena telah menegurnya untuk diam. Anjurannya dituruti juga. ”Saya minta maaf ya pak atas kelancangan saya tadi, jika sekarang bapak mau baca marhabanan tadi , monggo.” Gus Ud menjawab: ”iyo iyo“

Dengan rasa suka Gus Ud langsung membaca marhabanan seperti tadi dengan memukul – mukul sesuatu untuk menjadi musiknya. Dan mesin pesawat langsung bisa hidup dan berangkat ke saudi dengan selamat

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Kisah Panji Hilmansyah, Putra Menteri Susi Pudjiastuti yang Mondok di Pesantren Gontor

Kepergian Panji Hilmansyah untuk selamanya membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tersentak. Pasalnya, Susi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *