Home / Karomah / Kesaksian Kiai Kuswaidi Tentang Kewalian Gus Kelik Krapyak

Kesaksian Kiai Kuswaidi Tentang Kewalian Gus Kelik Krapyak

Baju dan sarung yang kupakai ini adalah pemberian Gus Kelik alias KH. Muhammad Rifqi Ali yang kemarin sore diantarkan oleh Saudara Hafizh. Gus Kelik adalah putra dari KH. Ali Maksum Krapyak. Gus Kelik masyhur sebagai orang yang khariq al-‘adah (melampaui kebiasaan orang-orang lain), sebagai wali yang memiliki banyak karamah.

Saya termasuk orang yang beruntung karena pernah menyaksikan dan mengalami langsung karamah Gus Kelik. Banyak sebenarnya. Tapi saya hanya akan menuturkan satu saja. Yaitu, pada sekitar tahun 2006 silam. Beliau bicara dengan setengah berbisik di dekat telinga saya: “Pak Kus, kulo ditumbasi piring rong gros, nggih? Atau bahasa Indonesianya: Pak Kus, saya dibelikan piring dua gros, ya?”

Saya yang sudah sangat percaya kepada kewalian beliau langsung saja merespon dengan “Beres sip” walaupun belum tahu uang yang harus saya keluarkan untuk dua gros piring itu berapa. Saya juga tidak tahu waktu itu dua gros itu jumlahnya berapa. Baru tahu kemudian ketika berada di swalayan Progo untuk membeli piring-piring itu dengan ditemani Pak Danar AS Aryo bahwa dua gros itu sama dengan dua puluh empat lusin.

Waduh, terkejut saya. Terus harganya? Ternyata dua juta lebih yang untuk ukuran kantong saya waktu itu nyaris mustahil. Untung Pak Aryo bawa uang cukup sehingga saya bisa ngutang dulu kepadanya. Sekitar dua atau tiga bulan berikutnya baru saya bisa melunasi hutang tersebut.

Piring-piring yang banyak itu diangkut dengan mobil Taruna milik Pak Aryo ke Krapyak, ke rumah Gus Kelik. Setelah saya serahkan, Gus Kelik kemudian bilang: “Pak Kus kalian garwo kulo dungakke sampe Mekkah-Madinah, nggih?” Saya mengaminkan dengan penuh harap. Beberapa waktu kemudian saya betul-betul sampai ke Mekkah dan Madinah. Berikutnya lagi ke Mekkah dan Madinah bersama istri dan rombongan. Bulan depan insyaallah berangkat lagi ke Mekkah dan Madinah. Sungguh karamah beliau itu nyata.

Penulis: Kiai Kuswaidi Syafi’ie, Pengasuh Pondok Pesantren Maulana Rumi Bantul.

3 Agustus 2019.

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Nasihat Gus Miek: Kapan Pun Kita Ditawari Nikah, Kita Harus Siap!

“Awake dhewe kapan ditawari rabi, bismillah siap, siap sanggup mampu meletakkan mental di atas masail …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *