Home / Mozaik / Gus Miek: NU Banyak Difitnah Setelah Gus Dur, Ini Rahasianya!

Gus Miek: NU Banyak Difitnah Setelah Gus Dur, Ini Rahasianya!

Sosok Gus Dur dan Gus Miek adalah rahasia yang diturunkan Allah SWT kepada warga NU dan bangsa Indonesia. Keduanya seringkali melakukan hal-hal di luar kebiasaan umum, bahkan sering dipahami sebagai kontroversi. Setelah wafat keduanya, warga baru mengerti bahwa jejak hidupnya keduanya sangatlah cemerlang nn luar biasa. Banyak yang merasa kehilangan, sehingga makam keduanya sampai sekarang masih ramai dikunjungi para peziarah yang rindu.

Menurut Gus Miek, Gus Dur itu adalah paku buminya NU. Saat Gus Dur masih hidup, tidak ada yang berani ngotak-ngatik NU, kalaupun ada paling cuma satu, yakni penguasa Orde Baru. Bila Gus Dur menunjuk batang hidung seseorang dengan sebutan pengacau, maka orang itu nggak bakal berani melanjutkan aksinya,

Di masa kepemimpinan Gus Dur, NU berhasil menempatkan dakwah Islam Yang Murni Rahmatan Lil’Alamin, tanpa tindakan destruktif apalagi anarkis. Tahun 1992, ketika Gus Dur melakukan show of power NU menghadapi tekanan rezim orba saat itu, semua wajah dunia tertuju pada Gus Dur. 1  juta lebih manusia berkumpul menggetarkan Jakarta dan dunia.

Jutaan manusia yang menggetarkan Jakarta itu, dalam barisan ulama terlihat ada KH Kolil Bisri, KH Ilyas Ruhiyat, KH Muslim Rifai Imam Puro, KH Abdullah Faqih Langitan, KH Abdullah Abbas Buntet dan lainnya. Bahkan dari Pesantren Buntet Cirebon konon ikut mengirim ribuan jin ke acara itu, makanya di tengah-tengah lapangan itu terlihat dikosongkan. Di situlah jama’ah jin dari Buntet itu bersimpuh,

Tidak ada satupun organisasi massa manapun yang sanggup menghimpun jama’ah sebegitu banyak dalam satu acara selain NU.

Setelah Gus Dur wafat, para pembenci NU makin mendapat angin segar untuk menghantam NU. Banyak ormas dan aliran yang tidak sejalan dengan khittah NU, menghembuskan fitnah kalau PBNU itu sudah melenceng dari khittah NU.  Mereka menghembuskan isu dan fitnah yang memecah-belah.

Menghadapi ini semua, kita jadi kembali teringat pertemuan antara Gus Dur dan Gus Miek.

“Gus, sampean itu paku buminya NU. Kelak sepeninggal sampean NU bakal kena fitnah,” kata Gus Miek yang sedang di beranda Langgar makam wali Tambak.

“Kenapa bisa begitu Gus. Apakah sudah tidak ada lagi para masyayikh yang menjaga NU?” tanya Gus Dur.

“Bukan karena itu Gus, tapi itu disebabkan dunia sudah di atas kepala warga NU dan banyak orang bodoh yang mencabik NU,” jawab Gus Miek.

Kemudian kedua tokoh besar NU itu berdo’a dengan khusyu sambil sesekali sesegukan menahan tangis.

Selesai berdo’a wajah Gus Miek sumeringah sambil mengatakan, “Fitnah yang ditujukan pada NU hanyalah seumur jagung.” Mendengar itu Gus Dur tertawa lepas.

Kepada keduanya, Alfatihah…

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Sejak Kecil, Riyadloh Mbah Mad Watucongol adalah Melek Malam

Mbah Mad tidak sekadar menyampaikan ajaran agama dan ibadah, tetapi juga olah jiwa terutama kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *