Home / Artikel / AMALAN MEMBUKA MATA BATHIN DARI MBAH MAIMOEN ZUBAIR

AMALAN MEMBUKA MATA BATHIN DARI MBAH MAIMOEN ZUBAIR

KH. Maimun Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, selain Kyai Sahal Mahfudh, Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fiqh dan ushul fiqh.

Apa yang diucapkannya kerap kali menjadi pesan bijak yang patut direnungkan dalam menyikapi dinamika kehidupan. Salah satunya ketika ia pernah bilang “Termasuk tanda Qiyamat itu orang sudah malas untuk bertani, karena untungnya sedikit.”

Beliau adalah seorang ulama dan politikus, saat ini ia merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majlis Syariah Partai Persatuan Pembangunan. Ia pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran ia masih dibutuhkan oleh negara sehingga ia diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

Sebagaimana yang dikutip dari Detik News, Calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin mengaku dia terpilih maju mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019, karena ditunjuk oleh KH Maimoen Zubair, ketua majelis syariah partai persatuan pembangunan (PPP). Berikut ini penjelasan Ma’ruf.

“Kita ini tidak tahu apa-apa sebenarnya, tiba-tiba diajukan nama saya oleh PPP, ya Mas Rommy ini. Kebetulan sebelum mengajukan nama saya, Mas Rommy ini minta persetujuan dulu dari Romo Kyai Mbah Maimeon Zubair. Sehingga yang ngajuin saya ini otomatis ya Mbah Moen.”

Kiai sepuh beranak 15 (tujuh putra, delapan putri) ini memang unik. Tidak seperti kebanyakan kiai, ia juga sering diminta memberi ceramah dan fatwa untuk urusan nonpesantren. Rumahnya di tepi jalur Pantura tak pernah sepi dari tokoh-tokoh nasional, terutama dari kalangan NU, yang sowan minta fatwa politik, nasihat atau sekadar silaturahim.

Belum lagi ribuan mantan santrinya yang secara rutin sowan untuk berbagi cerita mengenai kiprah dakwah masing-masing di kampung halaman. Beberapa diantara mereka berhasil menjadi tokoh di daerah masing-masing, seperti al-Habib Abdullah Zaki bin Syaikh al-Kaff (Bandung), KH. Abdul Adzim (Sidogiri, Pasuruan), KH. Hafidz (Mojokerto), KH. Hamzah Ibrahim, KH. Khayatul Makki (Mantrianom, Banjarnegara), KH. Dr. Zuhrul Anam (Leler, Banyumas), KH. M. Hasani Said (Giren, Tegal), al-Habib Shaleh bin Ali Alattas (Pangkah, Tegal) dan masih banyak lagi.

KH. Thoifur Ali Wafa Al Madury dalam kitabnya, Habailus Syawarid, bercerita bahwa pernah dalam satu kesempatan berkumpul bersama KH. Maimun Zubair (Mbah Mun) di Makkah Al Mukarromah ketika menunaikan ibadah haji. Beliau diberi ijazah oleh Mbah Mun:
“Kalau ingin ke-futuh (terbuka mata hatinya), maka bacalah Surat Al Kahfi di pagi hari Jum’at dengan tartil dan penuh penghayatan. Lalu selesai membaca, minumlah air zamzam, kemudian berdo’alah dan ber-tawassul-lah dengan Surat Al Kahfi dan Para Nabi – Rosul yang disebut di dalam Surat itu serta dengan Jaahi (pangkat) Sayyidina Muhammad SAW.”

-Habailus Syawarid, hal. 102

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Humor Gus Dur: Ketika Sopir Metromini Mengalahkan Da’i dan Mantan Presiden

Selalu saja ada selera humor dari seorang Gus Dur. Bahkan humor itu seringkali dengan mencontohkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *